Jenis Jagung untuk Pakan Ternak Sapi

Jenis jagung untuk pakan ternak sapi. Jagung merupakan jenis tanaman dengan segudang manfaat. Pemanfaatan tanaman jagung pun luas, jagung dimanfaatkan sebagai bahan pokok konsumsi manusia, kebutuhan industri sebagai tepung, dan bahan pakan utama penyusun ransum ternak.

Dengan bagian utama biji sebagai komoditas utama, maka ternak yang paling sering memanfaatkan jagung sebagai bahan dasarnya adalah ternak unggas. Namun ternak jenis ruminansia seperti sapai juga bisa menjadi kan jagung sebagai bahan pakannya.

Bagian jagung yang biasa diberikan pada ternak sapi adalah bagian jerami jagung. Bagian ini merupakan bagian tanaman dari hasil akhir proses pemanenan tanaman jagung. Hijauan dari jagung ini memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah dengan hijauan lainnya.

Jerami jagung kaya akan kandungan serat kasar yang baik untuk pencernaan ternak ruminansia. Selain itu pemberian jerami jagung sebagai pakan ternak mendasi suatu upaya pengoptimalan pemanfaatan tanaman jagung, tanpa membuang bagian yang kurang dalam hal pengolahan.

Pengertian Ternak Sapi

Sapi

Sapi merupakan jenis hewan mamalia berkaki empat yang sengaja diternakkan untuk dimanfaatkan daging, susu, hingga kulitnya untuk konsumsi manusia, membantu pekerjaan dan kebutuhan industri.

Termasuk dalam hewan jenis ruminansia, sapi memakan dan mencerna pakan hijauan dengan melalui proses fermentasi yang terjadi pada sistem pencernaannya. Dalam sistem pencernaannya, sapi memiliki satu lambung dengan 4 ruangan.

Dinamakan ternak ruminansia karena sapi mengolah makanannya dengan menelan makanan tanpa dikunyah dengan baik, kemudian disimpan dalam rumen hingga sapi menemukan tempat yang sesuai untuk melanjutkan proses pencernaan.

Pakan yang telah terfermentasi di dalam rumen kemudian dikembalikan kembali ke dalam mulut untuk dikunyah kembali hingga menjadi ukuran partikel yang lebih kecil. Proses pengunyahan kembali inilah yang dinamakan ruminasi.

Jerami Jagung sebagai Jenis Jagung untuk Pakan Ternak Sapi

Sebagai hewan dengan bahan pakan hijauan, sapi memiliki masalah ketika musim kemarau melanda. Pakan hijauan akan sulit ditemukan sehingga diperlukan bahan pakan alternatif dengan kandungan nutrisi yang tak kalah dari pakan utama.

Maka jerami jagung ini akan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Dengan kandungan serat yang tinggi dan bisa didapatkan bahkan ketika musim kemarau melanda. Selain itu jerami jagung juga mudah dalam hal penyimpanan.

Selain itu jerami jagung juga memiliki jumlah yang lebih melimpah, ketika satu ladang sedang mengalami proses pemanenan, maka akan menghasilkan setidaknya 40% jerami jagung. Dan akan bisa diawetkan dengan proses fermentasi sebagai proses peningkatan nutrisi pula.

Tongkol Jagung Sebagai Jenis Jagung untuk Pakan Ternak Sapi

Kadar protein yang terkandung pada janggel jagung termasuk rendah, hanya sebesar 2,94% dengan kadar lignin 5% dan selulose sebesar 30%. Tingkat kecernaan janggel jagung sebesar 40%, namun tingkat kecernaan ini bisa ditingkatkan dengan beberapa pengolahan.

Pengolaahn yang diberikan kepada janggel jagung diantaranya proses penggilingan dan fermentasi. Janggel jagung yang hanya digiling biasanya dimanfaatkan untuk campuran ransum sapi, dengan pemberian 10% dari sususan ransum harian ternak.

Namun janggel jagung memiliki kelemahan berupa mudah terkontaminasi oleh kapang aspergilus flavus yang bisa memicu munculnya senyawa beracun. Sehingga diperlukan cara pengawetan sehingga bisa disimpan dalam jangka waktu lama.

Pengolahan Janggel Jagung

Sebenarnya jika tepat dalam pengolahan dan penyimpanan, janggel jagung bisa menjadi bahan pakan alternatif ketika pakan hijauan sulit didapatkan ketika musim kemarau.

Cara pengawetan yang bisa dilakukan adalah dengan cara silase dan fermentasi. Kedua cara pengawetan ini sudah lama dikembangkan terutama untuk bahan pakan dari tanaman yang yang memiliki kadar air yang sangat tinggi dan tidak memungkinkan untuk dikeringkan, serta untuk mempertahankan kualitas nutrisi yang ada pada pakan.

Sedangkan fermentasi janggel jagung untuk pakan ternak dilakukan dengan cara menggiling atau mencacah janggel menjadi ukuran yang lebih kecil, ini juga termasuk upaya untuk meningkatkan kecernaan pada pakan.

Setelah melalui pencacahan, janggel jagung kemudian difermentasi secara aerob dengan menggunakan larutan stater (Tricoderma). Proses ini dibantu oleh larutan penglarut sebagai makanan untuk mikroorganisme. Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari.

Setelah 3 hari mengalami proses ferementasi, maka pakan bisa dibuka dan diberikan kepada hewan ternak sesuai dengan takaran dan dijadikan stok pakan beberapa hari kedepan.

Pemberian janggel jagung yang telah difermentasi, bisa dijadikan campuran konsentrat dan meningkatkan bobot badan sapi yang awalnya 230 menjadi 325kg dengan tingkat pertambahan bobot harian sebesar 0,88 kg /hari/ekor.

Padahal jika sapi yang diberi pakan dengan kebiasaan peternak setempat, memberikan tongkol jagung tanpa pengolahan dan konsentrat. Hanya meningkatkan penambahan bobot harian 0,5 kg/hari/ekor dengan hasil yang awalnya 215 menjadi 273 kg.