Cara Penggemukan Sapi Bali Betina yang Harus Kalian Coba

Bingung tentang cara penggemukan sapi bali betina? pusing karena sudah mencari cara dan tidak bisa? Tenang, pada artikel kali ini saya akan membagikan tutorialnya. Jika kamu penasaran untuk mencobanya, saya akan memberikan tutorial cara penggemukan sapi bali betina yang harus kalian coba.

Pengertian Sapi Bali

Sejarah sapi bali berasal dari banting yang dijinakkan berabad-abad yang lalu, dan pada abad ke-18 sapi bali mulai menyebar ke lombok dan kemudian ke daerah lain di indonesia. Penyebaran sapi Bali tidak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga menyebar ke Australia, Filipina dan Malaysia.

Dulu sapi bali merupakan banteng yang mengalami beberapa perubahan karena gaya hidupnya, bukan karena kawin silang dengan jenis sapi lain. Perubahan yang sangat terlihat adalah perubahan ukuran yang sedikit lebih kecil dari pada banteng, tinggi badan, dan terutama beratnya. Sebagian besar penduduk Pulau Dewata memelihara sapi Bali tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk membajak sawah.

Sapi Bali juga diketahui dimanfaatkan sebagai atraksi wisata pertanian dan juga digunakan dalam upacara keagamaan Hindu. Ternak dalam Islam Bali biasanya dijadikan sebagai sesajen saat hari raya Idul Adha, sehingga pemerintah perlu mewaspadai keberadaannya agar terus berkembang. Sapi Bali mempunyai ciri-ciri di bawah ini :

  • Bokong dan kaki belakang berwarna putih
  • banteng coklat kehitaman
  • Banteng kecil dan betina berwarna merah
  • Ujung hidungnya hitam
  • ekor bergaris hitam
  • Tanduk seperti banteng
  • Lebih pendek dari sapi domestik
  • tidak ada punuk

Cara Penggemukan Sapi Bali Betina

1. Menentukan Bibit Sapi Bali


Untuk dapat menentukan keberhasilan dalam usaha penggemukan sapi di Bali, maka perlu memperhatikan tips-tips berikut ini:

  • Juga, pastikan bentuk tubuh Anda sempurna
  • Kepala, badan dan kaki harus sehat
  • Fitur kulit bersih dan berkilau
  • Hidung basah atau sedikit lembap dan mata cerah jernih.
  • Perhatikan juga ikatan kulit yang kendur
  • nafsu makan yang baik.

2. Penyiapan Kandang


Sapi Bali umumnya dipelihara di peternakan terbuka. Namun, Anda juga bisa membuat kandang. Dalam mempersiapkan kandang, perlu ada standar kandang yang harus disediakan untuk penggemukan, yaitu:

  • Kandang yang tepat harus memiliki penutup atap yang dapat melindungi sapi dari terik matahari dan hujan, tetapi ternak juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Aliran udara yang lancar.
  • Kandang juga harus dijaga kebersihannya, dan ini sangat penting, karena kebersihan dapat melindungi ternak dari penyakit hingga tetap sehat.
  • Buatlah saluran yang lancar untuk pembuangan kotoran disamping tempat pembuangan kotoran sapi dengan cukup untuk menampung jumlah kotoran ternak.
  • Pastikan kandang memiliki lantai yang kokoh dan rata serta dilengkapi dengan parit sejajar dengan arah menghadap sapi untuk tempat makan. Buat kandang sapi menggunakan bahan yang kuat, hal ini agar tidak melukai sapi dan juga bisa bertahan lama. Dalam kandang sapi dewasa dibutuhkan 2 x 1,5 x 2 meter.

3. Persiapan Pakan Penggemukan Sapi Bali Betina

Pakan sapi adalah kunci sukses penggemukan. Berikan dedak jagung, biji dan konsentrat beras sebagai asupan makanan tambahan selain makanan utama berupa daun segar berupa rumput.

4. Sapi Bali Betina


Untuk pembibitan, sapi bali dikenal sangat baik karena betina bali dapat dipelihara pada umur 2 sampai 2,5 tahun, dengan masa beranak 12 sampai 14 bulan. Meskipun terjadi perubahan ukuran dan berat secara keseluruhan, karakteristik sapi Bali tetap sama dengan Bantenj seperti nenek moyangnya. Betis Bali berwarna merah-coklat cerah dengan garis hitam yang terlihat jelas di bagian belakang.

Saat dewasa, sapi betina tetap berwarna coklat kemerahan, sedangkan pada pejantan berubah warna menjadi hitam. Namun jika diperhatikan lebih seksama, sapi bali jantan memiliki bulu berwarna coklat kemerahan seperti sapi betina.

Baca Juga : Cara Membuat Polar Pakan Sapi yang Mudah dan Praktis

Sapi Bali Mempunyai Kelebihan, yaitu :

  • Lebih sedikit tulang membuat isi daging sapi ini lebih banyak. Kandungannya bisa sampai 60% sedangkan sapi normal hanya 55%.
  • Harganya murah sehingga mudah dijual dengan pengorbanan
  • Sapi Bali harganya hanya 62.000 kg dibandingkan dengan limusin yang harganya 80.000 kg. Dengan harga segitu kita bisa mendapatkan sapi bali dengan modal 14 juta rupiah. Harganya yang murah membuat sapi ini banyak diminati untuk dikorbankan
  • Dua tahun siap melahirkan
  • Pembibitan sapi di Bali umur dua tahun sudah siap kawin. Cocok untuk siapa saja yang ingin melipatgandakan keuntungannya dengan menambahkan anak sapi.
  • Sapi Bali dikenal jinak

Kelemahan Sapi Bali, yaitu :

Meskipun sapi Bali unggul dalam banyak hal, namun memiliki banyak kekurangan yang membuat sapi ini kurang populer di kalangan peternak. Beberapa kelemahan sapi bali adalah sebagai berikut :

  • Ukuran tubuhnya relatif kecil sehingga dia pasti akan kalah jika dia diundang ke kontes
  • Produksi ASI relatif rendah, sekitar 1-1,5 liter per hari
  • Anda memiliki penyakit khusus, penyakit jembarana

Nah, cukup sekian tutorial cara penggemukan sapi bali betina pada artikel kali ini. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga berhasil, dan jika cara dalam artikel ini dapat membantu kamu, jangan lupa untuk membagikan ilmu anda kepada orang-orang di sekitar kamu agar mereka semua dapat mengambil manfaat. Sekian dari saya, terima kasih.