4 Perbedaan Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri

Sebelum kuliah, alangkah baiknya kamu tahu perbedaan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta berasal dari faktor fasilitas, seleksi masuk, ongkos kuliah, dan juga jurusan yang ditawarkan


Memilih tempat kuliah bukanlah hal yang mudah. Kamu harus perhatikan aspek-aspek penting yang berdampak pada kehidupan perkuliahan nanti. Tidak dipungkiri, universitas negeri dianggap lebih bergengsi oleh para siswa dan orangtua. Namun, di satu sisi, kredibilitas universitas swasta termasuk tidak kalah bersaing bersama dengan universitas negeri. Kalau kamu sedang galau dalam pilih universitas negeri atau swasta, yuk ketahui perbedaan keduanya, supaya kamu tidak keliru pilih perguruan tinggi yang cocok bersama dengan kebutuhanmu.

  • Seleksi Masuk PTN dan PTS

Hal pertama yang membedakan universitas negeri dan swasta adalah seleksi masuk. Pendaftaran mahasiswa baru PTN diselenggarakan oleh pemerintah. Kamu bakal bersaing bersama dengan ribuan siswa berasal dari seluruh Indonesia untuk memperoleh jurusan yang kamu inginkan. Terdapat tiga jalur masuk PTN, yakni lewat jalur undangan atau SNMPTN, bersama dengan menyeleksi nilai rapor semester 1-5. Kedua, lewat ujian tulis nasional atau SBMPTN, bersama dengan menyeleksi nilai hasil ujian UTBK.

Terakhir, adalah ujian berdiri sendiri yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN. Seleksi masuk berdiri sendiri dilaksanakan bersama dengan menyaksikan skor UTBK atau skor ujian tulis mandiri. Jadwal pendaftaran ujian berdiri sendiri biasanya diakses di bulan Mei atau menjelang pengumuman UTBK SBMPTN. Pastikan untuk tetap ikuti informasi formal berasal dari masing-masing universitas yang dituju.

Sedangkan PTS memiliki lebih dari satu penilaian untuk menyaring calon mahasiswa baru, layaknya wawancara, psikotes, TOEFL, dan kebolehan dasar lainnya. Meskipun persaingan di PTS tidak seketat PTN bukan bermakna kamu sanggup berleha-leha tanpa persiapan matang. PTS termasuk memiliki seleksi masuk jalur prestasi pakai nilai rapor atau prestasi non akademik. Jadwal pendaftaran PTS biasanya dibagi jadi lebih dari satu gelombang tiap-tiap tahunnya.

  • Biaya Kuliah PTN dan PTS

Tentu saja, ongkos kuliah di PTN lebih murah dibandingkan PTS gara-gara disubsidi oleh pemerintah. PTN menentukan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester berdasarkan kebolehan ekonomi mahasiswa. Namun, peraturan ini hanya berlaku pada mahasiswa yang di terima lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Bagi mereka yang di terima lewat jalur mandiri, diwajibkan membayar UKT dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) sebanyak satu kali sementara pendaftaran ulang.

Berikut ini gambaran ongkos kuliah di Institut Teknologi Bandung, jalur SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan Ujian Mandiri. ITB mempunyai 5 golongan UKT bersama dengan jumlah yang berbeda. UKT terendah atau Rp 0 dimaksudkan untuk mahasiswa pemegang KIP-Kuliah, namun UKT tertinggi ditempati oleh mahasiswa Sekolah Bisnis Manajemen (SBM ITB) bersama dengan ongkos Rp 20.000.000 per semester. Tak lupa, Iuran Pengembangan Institusi bagi mahasiswa jalur berdiri sendiri sebesar Rp 25.000.000 dan 40.000.000.

Sebaliknya, ongkos kuliah di PTS tergantung pada kebijakan masing-masing PTS. Biasanya, terbagi jadi ongkos pendaftaran, ongkos registrasi ulang, ongkos SPP atau BPP per semester, sumbangan institusi, ongkos UTS dan UAS, ongkos praktik lapangan, ongkos SKS, dan lain-lain.

Berikut ini gambaran ongkos kuliah di Telkom University. Besaran uang kuliah per semester dibedakan berdasarkan jurusan yang kamu pilih. Selain itu, mahasiswa baru harus membayar UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan) dan SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler) sebanyak satu kali.

  • Pilihan Program Studi di PTN dan PTS

Nah, ini nih, hal penting yang nggak boleh kalian lupakan. Pilihan program belajar atau jurusan kuliah di PTS biasanya lebih bervariasi dan spesifik. Contoh: Kampus LSPR mempunyai jurusan Performing Arts Communication yang mempelajari seni pertunjukan di atas panggung. Universitas Prasetiya Mulya mempunyai jurusan Branding yang mempelajari pengelolaan produk, konsumen, dan pemasaran. Binus University mempunyai jurusan Mobile Application & Technology yang mempelajari langkah memicu aplikasi di ponsel.

Sedangkan jurusan-jurusan di PTN lebih umum, seperti: Manajemen, Sastra Indonesia, Teknik Industri, Kedokteran, dan lain-lain. Tapi, kamu nggak harus cemas tentang prospek kerjanya. Baik lulusan universitas negeri maupun swasta memiliki kesempatan kerja yang sama luasnya. Semua tergantung berasal dari stimulan dan usaha kamu sepanjang belajar di perkuliahan.

  • Fasilitas di PTN dan PTS

Dilihat berasal dari biayanya, layanan di universitas swasta lebih lengkap dan canggih. Contohnya, ruang kelas di Universitas Prasetiya Mulya mempunyai teknologi kedap suara (amphitheater) yang ditambah bersama dengan LCD proyektor, komputer, dan multimedia lainnya. Kampus ini termasuk memiliki layanan study hall dan green tempat untuk mengantisipasi rasa jemu belajar di dalam kelas.

Namun, bukan bermakna universitas negeri tidak memiliki layanan yang mumpuni. Beberapa layanan lazim layaknya kantin, perpustakaan, WiFi, layanan olahraga, layanan ibadah, tempat parkir, tentu dimiliki oleh perguruan tinggi negeri. Hanya saja tidak secanggih dan selengkap layanan universitas swasta.

BACA JUGA  Cara Membuka Usaha Laundry Kiloan. Auto Gacor!